Pendampingan Opname SILPA Talud: Mengawal Transparansi dan Kualitas Pembangunan Kalurahan

Salah satu peran penting Pendamping Desa adalah mengawal setiap tahapan pembangunan agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai perencanaan. Hari ini kami melaksanakan pendampingan opname atau pengukuran akhir pekerjaan fisik Talud Penahan Tanah [TPT] yang bersumber dari SILPA Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo.

Apa itu Opname SILPA Talud?

Opname adalah kegiatan pengukuran bersama antara Tim Pelaksana Kegiatan [TPK], Pemerintah Kalurahan, BPD dan Pendamping Desa untuk menghitung volume pekerjaan fisik yang sudah selesai 100%. Karena pembangunan talud ini dibiayai dari SILPA [Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Sebelumnya], maka ketelitian dalam opname jadi kunci. SILPA harus digunakan secara efektif dan dapat dipertanggungjawabkan, sesuai prinsip tata kelola keuangan desa.

Peran Pendamping Desa dalam Opname

Saat opname talud sepanjang 77,9 meter di Padukuhan Papringan, kami memastikan beberapa hal:

1. Kesesuaian Volume : Mengukur langsung panjang, tinggi, dan lebar talud. Hasil pengukuran dicocokkan dengan RAB dan gambar teknis. Selisih volume akan berpengaruh pada realisasi anggaran.

2. Kesesuaian Kualitas: Memastikan spesifikasi material sesuai RAB. Misalnya campuran semen-pasir-batu, kualitas batu belah, dan keberadaan angkur. Talud yang baik bukan hanya berdiri, tapi harus kuat menahan tanah.

3. Transparansi: Proses ukur dilakukan terbuka. TPK, Pemdes, BPD, dan perwakilan warga ikut menyaksikan. Hasil opname dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani bersama.

4. Dokumentasi: Mengambil foto 0%, 50%, dan 100% sebagai bukti fisik. Dokumentasi ini penting untuk laporan pertanggungjawaban dan bahan monitoring.

Hasil dan Tindak Lanjut

Dari hasil opname, pekerjaan Talud di Padukuhan Papringan dinyatakan selesai 100% dengan volume 57,63 m³, sesuai perencanaan. Hasil ini akan menjadi dasar pencairan tahap akhir dan pelaporan SILPA.

Pendampingan opname bukan sekadar ikut mengukur. Ini adalah bentuk pengawasan melekat agar uang rakyat benar-benar jadi infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat panjang. Ketika talud kuat, tanah tidak longsor, jalan aman, dan warga tenang.

Pembangunan desa yang baik lahir dari kolaborasi dan pengawasan bersama

Comments

Popular Posts