Donor Darah Lintas Sektor Kapanewon
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Pendampingan Kegiatan Donor Darah Lintas Kalurahan se-Kapanewon Girisubo
Pemberdayaan desa tidak selalu soal jalan cor dan pelatihan. Kadang, bentuknya sesederhana mengajak warga duduk di kursi PMI dan menyingsingkan lengan baju. Karena desa yang kuat adalah desa yang warganya sehat dan saling peduli.
Pada 8 Mei 2026, kami mendampingi Pemerintah Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, bersama PMI Gunungkidul menggelar Aksi Donor Darah Sukarela Lintas Kalurahan bertempat di Pendopo Kapanewon Girisubo.
Kenapa Pendamping Desa Terlibat di Donor Darah?
1. Bagian dari Bidang Pemberdayaan : Donor darah masuk kegiatan bidang 4 APBKal: pembinaan kemasyarakatan sub bidang kesehatan. KPMD dan kader kesehatan jadi motor penggeraknya.
2. Mobilisasi Partisipasi Warga : Tugas kami memastikan info sampai ke padukuhan. Lewat grup WA KPMD, Dukuh, dan PKK, kami bantu sebar undangan H-3 kegiatan.
3. Edukasi PHBS : Sambil nunggu antrean, kami isi dengan penyuluhan singkat: syarat donor, manfaat donor, dan mitos vs fakta. Banyak warga takut donor karena bikin lemas. Padahal kalau HB cukup, donor justru sehat.
4. Kolaborasi Lintas Sektor : Kegiatan ini gabungan Pemkal 8 Kalurahan, Puskesmas Girisubo, PMI, Karang Taruna, dan Pendamping Desa. Gotong royong versi kesehatan.
Jalannya Kegiatan di Pendopo Kapanewon
Sejak pukul 08.00 WIB, warga 8 kalurahan mulai berdatangan: Balong, Jepitu, Karangawen, Tileng, Songbanyu, Pucung, Nglindur, dan Jerukwudel. Target PMI hari itu 75 kantong darah.
Alurnya kami kawal bareng kader :
1. Pendaftaran : Cek KTP, isi formulir, ditanya riwayat penyakit oleh KPMD.
2. Screening Kesehatan : Tim Puskesmas cek tensi, HB, berat badan. Yang tensi 180 atau HB di bawah 12,5 tidak lolos demi keamanan pendonor.
3. Aksi Donor : Yang lolos langsung donor 350cc. Proses 10 menit.
4. Observasi & Snack : Selesai donor wajib istirahat 10 menit sambil makan bubur kacang ijo, telur rebus, dan susu dari PKK.
Peran kami sebagai Pendamping Desa :
1. Bantu KPMD isi buku register pendonor per kalurahan. Data ini penting untuk laporan bidang pemberdayaan.
2. Dokumentasi: Foto warga saat donor, foto kantong darah, foto kebersamaan lintas kalurahan.
3. Pastikan ada Berita Acara Kegiatan yang ditandatangani Panewu, Kepala Puskesmas, dan perwakilan PMI.
Hasil & Cerita dari Lapangan
Sampai pukul 11.00 WIB, terkumpul 60 kantong darah dari 75 calon pendonor. 15 orang gagal donor karena HB rendah dan tinggi, tekanan darah tinggi dan rendah. Tapi mereka janji ikut lagi 3 bulan ke depan.
Yang membuat haru: Mbah Samudi dari Kalurahan Jerukwudel usia 58 tahun, sudah 12 kali donor. Katanya, Selagi masih bisa, kenapa tidak bantu orang lain”. Ada juga Mbak Yuyun dari Kader yandu, baru pertama kali donor karena diajak KPMD. Awalnya takut, selesai donor senyum-senyum.
Semua kantong darah langsung dibawa UTD PMI Gunungkidul. Stok ini akan bantu pasien DBD, ibu melahirkan, dan korban kecelakaan di RS Wonosari.
Kegiatan donor darah membuktikan satu hal: Dana Desa tidak harus selalu jadi bangunan. Bisa juga jadi jembatan kehidupan antar warga. Tugas pendamping adalah memastikan jembatan itu tersambung, dari niat baik di padukuhan sampai ke kantong darah di PMI.
Karena desa hebat bukan hanya yang jalannya mulus, tapi yang warganya mau berbagi darah untuk sesama.



Comments
Post a Comment