Monev Bumkal Marsudi Luhur


 Monitoring Ketahanan Pangan BUMKal Marsudi Luhur Kalurahan Jerukwudel Unit Usaha Penggemukan Sapi T. A 2025

Program ketahanan pangan BUMKal wajib dibuktikan, bukan hanya ditulis di laporan. Di Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo, penyertaan modal Dana Desa 2025 untuk BUMKal Marsudi Luhur diarahkan ke unit penggemukan sapi. 

Pada 13 Mei 2026, kami mendampingi Tim Monev Kapanewon Girisubo, Bamuskal, dan Pengawas BUMKal turun langsung ke kandang unit penggemukan sapi di Padukuhan Bendo. 

Kenapa Unit Penggemukan Sapi Dipilih untuk Ketahanan Pangan?

1. Cepat Putar Uang : Siklus penggemukan 3-4 bulan sudah bisa dijual. Cocok untuk BUMKal yang butuh cashflow.

2. Dampak ke Petani Lokal : BUMKal beli bakalan dari peternak warga. Pakan juga ambil dari kelompok tani pakan hijauan sekitar.

3. Kontribusi PADes : Target setor 10% laba bersih ke kas kalurahan. 

4. Risiko Terkelola : Kandang sudah ada, pakan tersedia, dan ada pendampingan dari PPL.

Yang Kami Cek Saat Monev

Monitoring kali ini fokus ke 3 hal: fisik, administrasi, dan rencana bisnis.

1. Cek Fisik Kandang & Ternak

- Jumlah sapi bakalan sesuai RAB: 4 ekor Sapi PO umur 1,5 tahun.

- Kondisi kandang: bersih, ada tempat pakan, air minum mengalir, dan saluran limbah.

- Berat awal rata-rata 280 kg per ekor. Hari ini ditimbang ulang dapat rata-rata 315 kg. Artinya ADG 1,16 kg/hari. 

- Kesehatan: 2 ekor sapi sempat kembung minggu lalu dan sapi di sekitaran sakit karena pmk sehingga dijual, 1 ekor sapi di bagian badan sakit terkena lato-lato,1 ekor sapi dalam keadaan sehat. 

2. Cek Administrasi & Keuangan

- Buku kandang harian sudah diisi: pakan masuk, pakan keluar, obat, dan perubahan berat.

- Buku kas unit terpisah dari kas BUMKal lain. Saldo kas per 13 Mei 2026 Rp 173.760.669,-

- Bukti pembelian bakalan, pakan konsentrat, dan obat lengkap. Tidak ada pembelian tunai tanpa kwitansi.

- Catatan: laporan laba rugi sudah dibuat dan dapat dibaca dengan baik.

3. Cek Rencana Penjualan & Pasar

- Rencana jual: 1 ekor sapi akhir Mei 2026 saat menjelang Idul Adha. Target bobot jual 25 kg per ekor. 3 ekor sapi sudah dijual 

- Harga perkiraan Rp 45.000/kg hidup. Estimasi omzet Rp 80 juta. Laba bersih ditarget Rp 28 juta.

- Pasar sudah ada: 3 jagal langganan di Pasar Wonosari dan 1 pengepul dari Klaten.

Temuan dan Rekomendasi Hasil Monev

Temuan baik:

1. Pengelola kandang disiplin. Kandang bersih, sapi tidak stres.

2. Pakan hijauan 70% ambil dari warga. Ini sesuai tujuan ketahanan pangan lokal.

3. Dukungan PPL intensif. Ada jadwal kunjungan 2 minggu sekali.

Yang perlu diperbaiki:

1. Asuransi ternak belum aktif. Padahal modal Rp 180 juta. Kami dorong BUMKal segera daftar asuransi sapi dari Dinas Pertanian.

2. Pencatatan pakan belum pakai format standar. Kami berikan format sederhana biar mudah hitung FCR.

3. Pisahkan rekening unit. Sekarang masih campur rekening BUMKal utama. Riskan saat audit.

Peran Pendamping Desa di Sini

Kami tidak hanya datang foto-foto. Saat monev, kami:

1. Jadi fasilitator : Menengahi diskusi antara pengawas BUMKal dan pengelola kandang soal target berat jual.

2. Cek kepatuhan : Pastikan dana ketahanan pangan 20% benar-benar jadi sapi, bukan beli hal lain.

3. Hubungkan sumber daya : Koordinasi PPL untuk jadwal vaksinasi dan timbang berkala.

4. Dokumentasi : Foto timbangan, kondisi sapi, dan BA monev untuk lampiran LPJ.

Unit penggemukan sapi BUMKal Marsudi Luhur Kalurahan Jerukwudel sudah di jalur yang benar. Tinggal jaga disiplin pencatatan dan pastikan asuransi aktif biar risiko mati ternak tidak ditanggung BUMKal sendiri.

Kalau target 400 kg tercapai, ini bisa jadi model unit usaha BUMKal produktif yang lain ikut. Karena ketahanan pangan itu bukan cuma tanam cabai. Bisa juga dari kandang sapi yang dikelola profesional.



Comments

Popular Posts