Monitoring Bumkal Sejahtera Pucung


 Cek Langsung ke Kandang dan Lahan: Monitoring Ketahanan Pangan BUMKal Sejahtera Kalurahan Pucung T.A 2026

Pagu Minimal 20% dari Dana Desa wajib untuk ketahanan pangan. Di Kalurahan Pucung , anggaran itu dikelola BUMKal Sejahtera untuk 3 unit usaha: peternakan kambing, ayam petelur, dan kebun cabai. Agar uangnya tidak habis di kandang tapi hasilnya tidak ada, monitoring rutin jadi kunci.

Pada 6 Mei 2026, kami mendampingi Tim Monev Kaoanewon dan Pengawas BUMKal melakukan monitoring ketahanan pangan BUMKal T.A 2026 di 3 unit usaha.

Kenapa Monitoring Ketahanan Pangan BUMDes Penting?

1. Pastikan Dana Jadi Aset Produktif : Dana Desa Rp 197.500.000,- bukan untuk bagi-bagi modal saja, melainkan harus dikembangkan menjadi kambing, ayam, bibit cabai, kandang, dan sarana prasarana yang jelas wujudnya.

2. Cegah Gagal Panen/Gagal Ternak : Deteksi dini masalah pakan, penyakit, atau hama yang ada. Lebih murah mencegah daripada mengobati dan beli ternak baru karena mati semua.

3. Pastikan Ada PADes : Unit usaha harus untung dan setor ke kalurahan. Kalau rugi terus, perlu evaluasi model analisis bisnisnya.

4. Jaga Amanah Muskal : Warga sudah setuju 20% Dana Desa untuk penyertaan modal BUMKal. Maka dari itu progresnya wajib dilaporkan secara terbuka.

Hasil Monitoring di 3 Unit Usaha

1. Unit Peternakan Kambing – Padukuhan Pucung  

Populasi awal : 10 ekor induk pejantan semua. Saat monev: masih sama jumlahnya 10 ekor tetapi sudah ditawar dan laku untuk hari raya idul qurban.  Kondisi kandang bersih, pakan fermentasi tersedia.  

Catatan: Buku catatan ternak belum rapi. Kami minta pengelola update tiap minggu. Rencana penjualan 6 ekor  di Idul Adha 2026 untuk tambah kas BUMDes Rp 21.000.000,-

2. Unit Ayam Petelur

Populasi: 50 ekor, umur 2 bulan. Produksi telur rata-rata 25% atau 24 butir/hari. Dijual ke warung desa Rp2.500/butir. Omset kotor Rp 35.000/hari.  

Catatan : Harga pakan naik Rp 300.000,- /sak. Pengelola diminta coba formulasi pakan alternatif campuran jagung giling agar HPP turun. Laporan keuangan harian sudah ada, tapi belum dipisah antara unit ayam dan unit lain.


3. Unit Tanaman Cabai – Lahan Kas Desa 0,25 Ha

Varietas: Cabai Rawit Ori 212. Umur tanam 40 HST, sudah mulai panen pertama 15 kg. Harga jual ke pengepul Rp 35.000,- /kg. Kendala: ada serangan kutu kebul di 10% tanaman.  

Catatan: Sudah disemprot pestisida nabati. Kami sarankan pasang perangkap yellow trap dan catat biaya saprotan detail agar bisa hitung laba bersih saat panen raya nanti.

Peran Pendamping Desa Saat Monitoring

1. Cek Fisik vs RAB : Jumlah kambing, ayam, dan luas cabai dicocokkan dengan RAB penyertaan modal BUMDes. Tidak boleh kurang.

2. Wawancara Pengelola : Tanya kendala, rencana pengembangan, dan sistem bagi hasil dengan peternak warga. Pastikan SOP pemeliharaan dijalankan.

3. Dorongan Administrasi : Minta BUMKal pisahkan pembukuan tiap unit usaha. Satu unit satu buku kas. Akhir bulan direkap jadi laporan keuangan konsolidasi.

4. Dokumentasi & Berita Acara : Foto kandang, lahan, timbangan telur, dan proses monev. BA Monev ditandatangani semua pihak berisi temuan dan rekomendasi.

Rekomendasi Tindak Lanjut

Dari monev ini, disepakati:  

1. BUMKal wajib setor laporan keuangan TW I ke Pemkal paling lambat 30 April 2026.  

2. Pelatihan manajemen pakan ternak akan difasilitasi PPL bulan depan.  

3. 10% laba bersih unit ayam & cabai TW I disetor ke PADes sesuai Perkal.  

Ketahanan pangan lewat BUMDes bukan proyek instan. Butuh pendampingan rutin, bukan cuma saat pencairan modal. Ketika kambing besar, ayam bertelur, dan cabai merah merona, saat itulah Dana Desa benar-benar jadi beras di piring warga.

Karena kedaulatan pangan desa dimulai dari kandang dan lahan yang kita awasi bersama.

Comments

Popular Posts